7 Manfaat Journaling Dapat Meningkatkan Prestasi Siswa

journaling habit tracker

Pernahkah kamu merasakan jantung berdebar kencang, pikiran kalut dan sulit fokus saat menghadapi tumpukan buku pelajaran menjelang ujian semester? Mungkin journaling bisa menjadi pelarian sejenak dari tekanan belajar dan membantumu mengelola stres dengan lebih baik.

Journaling memungkinkan kita untuk mengungkapkan perasaan, pikiran dan reaksi diri dalam bentuk tulisan atau catatan pribadi. Tidak perlu notebook custom, cukup kertas dan pena atau bahkan aplikasi digital seperti Google Docs sudah cukup. Kabar baik, sekarang banyak aplikasi kesehatan mental yang juga menyediakan pertanyaan menarik untuk kamu jawab dalam sesi journaling-mu. Meskipun terkesan sederhana, journaling telah diteliti efektif dalam membantu siswa meraih prestasi yang lebih baik loh. Penasaran apa saja manfaat journaling bagi siswa? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

1. Media Refleksi Diri

Journaling kan dalam bentuk tertulis dan tulisan itu dapat dibaca kapan saja. Maka dari itu, journaling menjadi salah satu sarana refleksi diri. Apa yang telah kita lalui, apa yang pernah kita coba dan bagaimana perasaan kita terhadap sesuatu sehingga kita pun dapat belajar dari pengalaman yang kita tuliskan ini.

Misal nih, kamu bisa tulis tentang pengalamanmu belajar bahasa baru. Awalnya sebelum belajar, kamu merasa bahasa itu terdengar seperti bahasa alien. Ternyata setelah dipelajari asik ya bisa mengobrol dengan teman baru dari negara bahasa itu berasal. Kamu juga bisa melanjutkannya dengan kejadian atau manfaat lainnya yang kamu dapatkan dari pengalaman ini.

2. Meningkatkan Kemampuan Problem Solving

Dikutip dari American Society for Quality (ASQ), problem solving adalah kegiatan mendefinisikan masalah; termasuk di dalamnya menentukan penyebab masalah, mengidentifikasi, memrioritaskan, memilih solusi dan menerapkan solusi. 

Dengan menuliskan masalah akademis yang sedang dihadapi, kamu dapat melalui serangkaian proses untuk mengatasi masalah ini yang selanjutnya dikenal dengan problem solving

Misalnya saja kamu adalah seorang siswa yang habis dimarahi orang tua karena nilai rata-rata rapotnya semester ini anjlok. Menuliskan "sedihnya nilai rapot turun tambah dimarahi pula", "kenapa ya semester ini nilaiku rendah?", "bagaimana ya persiapan ujianku kemarin? apa sudah optimal atau banyak terdistraksi?", nah dari serangkaian proses menulis ini kamu akan memancing "aha" momen dimana muncullah ide-ide bagaimana kamu dapat menyelesaikan masalah nilai anjlok, salah satunya dengan mengoptimalkan proses belajarmu.

3. Memperkuat Keterampilan Metakognisi

Metakognisi adalah kemampuan siswa untuk mengatur strategi belajar, memantau pemahaman dan menyesuaikan strategi belajar mereka sendiri. Sederhananya metakognisi ini adalah keterampilan "belajar tentang belajar". 

Keterampilan ini sangat penting untuk dimiliki siswa karena merupakan solusi dari contoh sebelumnya yang nilai rapot menurun. Kamu bisa menggunakan keterampilan metakognisi untuk memilih cara belajar yang efektif untukmu, yaitu dengan memilih metode yang telah dipersonalisasi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Coba tuliskan dalam journal kapan saja waktu kamu belajar lalu evaluasi apakah di waktu itu kamu berhasil belajar dengan motivasi atau malah terdistraksi. Misal, kamu menuliskan sesi mengerjakan tugas selama sejam pukul 15.00-16.00 dan 20.00-21.00, kemudian tuliskan bagaimana sesi belajarmu ini. Oh ternyata pukul 20.00-21.00 tugasnya selesai, namun pertanyaan yang dijawab banyak salahnya karena sudah mengantuk. Selanjutnya kamu bisa coba ganti waktu mengerjakan tugasnya jadi pukul 19.00-20.00. Dengan cara ini proses belajarmu akan lebih efektif.

4. Meningkatkan Keterampilan Menulis

Tentunya keterampilan akan semakin dikuasai bila semakin sering digunakan, begitu pula dengan keterampilan menulis. Semakin sering kamu menulis, maka kamu akan semakin terampil dalam kepenulisan. Kamu juga dapat semakin mudah mengemukakan gagasan dalam tulisanmu. 

Journaling bentuknya informal dan bebas sekali, dapat dilakukan dalam berbagai bahasa, terserah kamu ingin menggunakan bahasa apa. Kamu juga akan semakin paham teknik menulis yang sesuai dengan kaidah kepenulisan bahasa yang kamu gunakan, misalnya EYD untuk bahasa Indonesia dan spelling and grammar untuk bahasa Inggris.

5. Meningkatkan Kreativitas

Hingga saat ini sudah populer berbagai tipe journaling, 3 yang paling terkenal adalah reflective journal, bulletjournal dan creative journal. Tipe creative journal cocok sekali untuk siswa yang memiliki hobi menggambar, dekorasi ataupun desain. 

Kamu dapat menggunakan berbagai hal kreatif seperti gambar, foto, stiker, washi tapes untuk membuat aktivitas journaling lebih menyenangkan dan memanjakan mata. Tidak hanya efek menenangkan yang akan didapat, namun juga meningkatnya daya kreativitas saat memadupadankan gambar dan warna.

6. Mengelola Stres

Stres adalah suatu kondisi di mana mental atau emosional tegang karena tuntutan dan tekanan dari lingkungan sekitar. Pemicu stres bisa berasal dari tugas yang menumpuk hingga masalah pribadi. Stres penting untuk diketahui dan dikelola, karena bila tidak, dapat menimbulkan berbagai penyakit hingga menurunkan kualitas hidup yang dapat membuat kamu sulit merasa bahagia.

Salah satu solusi untuk mengelola stres adalah dengan melakukan journaling secara rutin. Tidak hanya mengekspresikan perasaan dan pikiran, kamu juga dapat menemukan solusi atas masalah yang sedang dihadapi. Semakin berkurangnya masalah yang berisi tekanan, maka semakin terkelola pula stres yang kamu rasa.

7. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Semakin kamu paham dengan masalah yang ada, maka kepercayaan diri untuk mencoba berbagai solusi yang terpikirkan pun juga akan tumbuh. Journal merupakan hal yang privasi dan tidak akan ada yang membaca kecuali si pemilik memang mengizinkan atau memublikasikannya. Jadi, siswa yang journaling bisa melakukannya dengan bebas tanpa takut salah. Ini merupakan cara menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus cara memperkuat mental terbaik!

Kesimpulan

Journaling adalah aktivitas menulis catatan pribadi yang dapat membantu siswa mengelola stres dan meningkatkan prestasi akademik. Berikut 7 manfaat journaling bagi siswa:

1. Media refleksi diri, memungkinkan siswa untuk belajar dari pengalaman mereka,
2. Meningkatkan kemampuan problem solving dengan membantu siswa mendefinisikan masalah dan menemukan solusi,
3. Memperkuat keterampilan metakognisi, membantu siswa mengatur strategi belajar mereka secara efektif,
4. Meningkatkan keterampilan menulis dan mengungkapkan gagasan,
5. Meningkatkan kreativitas melalui penggunaan gambar, foto dan elemen dekoratif,
6. Mengelola stres dengan mengekspresikan perasaan dan menemukan solusi atas masalah,
7. Menumbuhkan rasa percaya diri dengan membantu siswa memahami dan mengatasi masalah mereka.

Wah sekarang jadi tahu journaling sebanyak itu manfaatnya ya. Yuk mulai journaling! Subscribe Tinta dan Resep untuk konten journaling lainnya.

Let's stay bright and healthy!
~Shania Zahara

Referensi:
Siswamedia. Manfaat Journaling bagi Kesehatan Mental Siswa. [Diakses pada 22 Agustus 2024]
Walter-Echols, E. (2008). Journaling as Writing Practice, Reflection, and Personal Expression. CamTESOL Conference on English Language Teaching: Selected Papers. Vol. 4. [Diakses pada 25 Agustus 2024]
ASQ. What is Problem Solving?. [Diakses pada 25 Agustus 2024]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merenung di Akhir Juli 2024: Apa yang Kutemukan? (Monthly Highlight Series)